Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
,
Selasa, 20 September 2011

waspada penyakit baru bagi pengguna wi-fii dan internet

Diposting oleh Wak Poo prasetyo




Waspada Alergi Wi-Fi Penyakit Baru Pengguna Internet

September 15th, 2011
 Waspada Alergi Wi-Fi Penyakit Baru Pengguna Internet. Para pengguna internet harus waspada dengan penyakit baru Alergi Wi-Fi, terutama anda-anda yang selalu bekerja menggunakan perangkat Wi-Fi. Perkembangan pesat teknologi ternyata memicu kekurangan dalam hal kesehatan sang pengguna, dalam penggunaan Wi-Fi atau alat untuk membuat sinyal internet terpecah ternyata memicu kehadiran gangguan kesehatan atau penyakit baru untuk para pengguna internet terutama pengguna Wi-Fi.
penyakit alergi wi-fi

Penyakit Alergi Wi-Fi

Penyakit baru Alergi Wi-Fi ini ditemukan di Amerika, dinegara sana alergi terhadap pancaran sinyal elektromagnetik tersebut diperkirakan menimpa sekitar lima persen warganya. Penyakit yang dikenal sebagai Electromagnetic Hypersensitivity (EHS) itu ditandai dengan gejala sakit kepala, kejang otot, kulit terbakar, dan sakit kronis.
Selain pancaran sinyal Wi-Fi, kondisi itu juga diperkuat pengaruh paparan sinyal telepon selular yang terlampau kuat, dan satelit.
Diane Schou, salah satu penderita penyakit baru Alergi Wi-Fi, berkisah kepada BBC, “Wajahku berubah merah, kepala rasanya sakit, penglihatan terganggu, dan terasa sakit saat berpikir. Dan, belakangan aku juga mulai merasa nyeri di dada. Bagi saya, rasanya seperti mengancam jiwa.
Demi mengurangi penderitaannya karena alergi Wi-Fi itu, ia sempat tinggal di sebuah kamar kayu yang didesain kedap dari gelombang elektromagnetik. Namun, cara itu tak cukup melindunginya. Bersama suaminya, ia terpaksa pindah dari kediamannya di Iowa ke sebuah desa terpencil di Green House, Virginia Barat, di mana hanya dihuni sekitar 143 penduduk.
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Kasus serupa dialami Janice Tunnicliffe yang seolah menderita penyakit baru Alergi Wi-fi. Wanita 55 tahun ini kesakitan setiap berdekatan dengan perangkat yang memancarkan medan elektromagnetik, seperti Wi-Fi, televisi, lampu, radio, televisi. “Wi-Fi membuat saya merasa memiliki penjepit di belakang kepala yang menarik paksa kehidupan saya,” ucapnya seperti dikutip Daily Mail.
Pemerintah Swedia dan Swiss percaya kondisi yang dikatakan penyakit alergi Wi-Fi. Tetapi, UK Health Protection Agency mengatakan bahwa para peneliti gagal dalam mengembangkan hubungan antara gelombang elektromagnetik dan penyakit. Banyak dokter bahkan percaya bahwa kondisi seperti yang dialami Tunnicliffe hanya sebuah psikosomatis.
Graham Lamburn, dari Powerwatch, sebuah organisasi yang meneliti efek medan elektromagnetik, mengatakan tiga sampai empat persen dari populasi melaporkan sensitivitas terhadap electrosensitivity. “Kasus semacam ini jarang, tetapi ada beberapa orang yang harus melepaskan rumah dan pekerjaan karena electrosensitivity.”
Sementara Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan bahwa sejumlah kasus hanya kasuistik. “EHS tidak memiliki kriteria diagnostik yang jelas. Tidak ada dasar ilmiah untuk menghubungkan gejala EHS dengan medan elektromagnetik. EHS bukanlah diagnosis medis,” demikian pernyataan resmi WHO mengenai alergi Wi-Fi.
Walau masih diragukan karena Wi-Fi, namun penyakit baru yang di sebut dengan Alergi Wi-Fi ini tentu harus kita waspadai karena ada istilah lebih baik mencegah penyakit daripada harus mengobati penyakit tersebut.
Nah kami dari pihak chempornet.com mengajak anda secara khusus para pengguna internet khususnya pengguna Wi-Fi untuk lebih waspada jika saja penyakit baru Alergi Wi-Fi ini menyebar luas dan terbukti benar. Semoga artikel penyakit alergi wi-fi ini bermanfaat bagi kita semua.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini