Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
,
Minggu, 27 November 2011

Seks Sejak Dini

Diposting oleh Wak Poo prasetyo

Pentingnya pendidikan seks

Sebenarnya pertanyaan tentang seputar seks mungkin sudah sering kita dengar ,baik melalui media ,atau pun melalui sarana lain , memang benar saat ini pertanyaan tentang seks merupakan kunsumsi publik yang selalu hangat diperbincangkan dan pada dasarnya masyarakat kita sudah tidak lagi menggangap tabu tentang seks untuk dipebincangkan , nah kali ini saya akan membahas tentang pendidikan seks yang harus kita berikan kepada anak sejak dini ,kenapa sejak dini ?? Karena mungkin sepeti yang kita ketahui selama ini bahwa kurang nya peran serta orang tua dalam memberikan pendidikan seks kepada putra putri nya ,hingga yang kita sering jumpai saat ini adalah perilaku-perilaku yang salah kepada generasi remaja yang labil dikarenakan pengetahuan seks yang kurang tersebut .

Mengapa Perlu Pendidikan Seks?
Anak-anak dan remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang sepatutnya, mereka akan termakan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan langsung dari orang tua yang memiliki perhatian khusus terhadap anak-anak mereka.
Hasil survey Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks pranikah. Angka yang memprihatinkan di negeri yang cukup menjunjung tinggi nilai moral sehubungan seks. Mengapa mereka bisa melakukan hubungan seks pranikah? Penyebabnya karena kurangnya pendidikan seks kepada anak dan remaja. Kapan pendidikan seks bisa mulai dilakukan?

Beberapa orang tua mungkin sering menjawab pertanyaan tantang seks tersebut dengan jawaban singkat yaitu "nanti kalau kamu sudah dewasa " yang pada dasar nya jawaban tersebut adalah salah besar , karena sebenarnya waktu terbaik untuk memberikan pendidikan seks adalah sejak dini !! Sebaiknya pendidikan seks sudah anda kenalkan sejak usia balita karena mungkin pada masa itu seorang anak lebih mudah mencerna informasi yang masuk dan didapatkan nya dari orang-orang disekitarnya ,jika anda menunda nunda memberikan pendidikan seks hingga menunggu sang anak memasuki masa remaja  maka hal tersebut sudah terlambat , karena seperti yang kita tahu di jaman teknologi yang sudah semakin maju ini informasi bisa sangat mudah didapat kan dan parah nya lagi jika  informasi yang didapat itu salah seperti dari teman-teman sebaya nya atau dari internet maka sang remaja tersebut akan mendefinisikan seks dari sudut pandang yang salah  karena kesalahan informasi yang didapatkan nya tersebut

Bagaimana Pendidikan Seks Diberikan?
Bagaimana cara terbaik memberikan pendidikan seks kepada anak-anak Anda? Berikut ini beberapa tahapan umur dan cara memberikan pendidikan seks sesuai dengan tingkat usia anak Anda.
  • Balita (1-5 tahun)
    Pada usia ini, Anda bisa mulai menanamkan pendidikan seks. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail karena rentang waktu atensi anak biasanya pendek.

    Misalnya saat memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa
    penis dan vagina atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.

    Selain itu, tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus
    kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.
  • Usia 3-10 tahun
    Pada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya tentang seks. Misalnya anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan terus terang biasanya efektif.

    Contoh #1:
    "Bayi berasal dari mana?" Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi di perut ibu tersebut.

    Contoh #2:
    "Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?" Anda bisa menjawab bayi keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.

    Contoh #3:
    "Mengapa bayi bisa ada di perut?" Anda bisa menjawab bahwa bayi di perut ibu karena ada benih yang diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah.
  • Usia Menjelang Remaja
    Saat anak semakin berkembang, mulai saatnya Anda menerangkan mengenai haid, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu di sekitar alat kelaminnya.
  • Usia Remaja
    Pada saat ini, seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang ditularkan dan akibat-akibat secara emosi.

Perlu diketahui menurut penelitain  pendidikan seks sejak dini akan menghindarkan kehamilan di luar nikah saat sang anak bertumbuh menjadi dewasa kelak  dan juga perlu diingat bahwa kita tidak perlu merasa tabu untuk membicarakan tentang seks, apalagi seks tersebut merupakan ilmu yang bisa kita berikan untuk membekali anak kita  dari hal-hal negatif akibat pergaulan bebas .
 karena pengetahuan dari orang tua tentang seks yang benar  setidaknya akan mencegah sang anak mencari tahu tenyang seks dari sumber yang belum tentu benar ,karena pada dasar nya rasa ingin tahu yang dimiliki sang anak sangat besar , jika sang anak tidak dibekali oleh pengetahuan seks yang benar  maka bukan tidak mungkin dia akan terus mencari informasi tersebut dari sumber-sumber lain yang masih diragukan kebenaran nya.

0 komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini